Setelah menghabiskan seluruh pagi untuk merapikan catatan di buku, aku memutuskan untuk memanfaatkan waktu sendirian ini dengan melakukan satu kekonyolan tambahan. “Jendela Status.” Tentu saja, tidak ada jendela transparan yang muncul mendadak atau deretan teks yang melayang di depan mataku. Aku sempat mengira telah menjadi sosok hebat seperti protagonis dalam novel-novel transmigrasi, namun kenyataannya terasa dingin, bahkan membeku. Rasa malu akibat kepercayaan diri yang berlebihan itu mulai menjalar, membuat pipi dan area mataku terasa panas terbakar. Sebaiknya aku pergi makan saja. * "Pangeran, saya membawakan buku-buku yang sekiranya layak untuk Anda baca. Selain itu, Yang Mulia Kaisar telah memberikan izin bagi Anda untuk berjalan-jalan di taman kapan pun Anda mau." "Terima kasih, itu kabar bagus." Setelah menempuh rute yang sama dengan waktu sarapan untuk makan siang, pelayan muda yang tadi pagi mengantarkan tasku datang membawa beberapa buk...
Aku suka banget baca novel Korea, jadi kupikir kenapa nggak kuterjemahin sekalian biar kita bisa menikmatinya bersama?