"Jung Eun-seo!" Aku berteriak sekencang-kencangnya sambil terduduk tegak di atas ranjang. Padahal biasanya aku tidur nyenyak tanpa pernah mengigau, tapi entah mengapa kali ini aku langsung meneriakkan nama adik perempuanku begitu terjaga. Meskipun terbangun dengan heboh, tubuhku terasa sangat segar. Tidak terasa seperti habis ketindihan atau salah posisi tidur. "Pangeran." Sial, aku tersentak. Bahuku bergidik ngeri karena terkejut. Saat aku menoleh ke arah sumber suara, mataku menangkap sosok asing yang berdiri di sana. "Siapa Anda? Kenapa bisa ada di rumah sa—" "Apakah Anda tidur dengan nyenyak?" "Hah?" Ternyata tidak hanya satu orang. Sekelompok orang asing dengan beragam warna kulit, rambut, dan iris mata yang mencolok berdiri memperhatikanku. Ada yang memegang baskom perak yang berkilauan, ada yang berdiri di sampingnya membawa handuk putih bersih, dan ada pula yang... "Satu jam lagi adalah waktu sarapan. ...
Aku suka banget baca novel Korea, jadi kupikir kenapa nggak kuterjemahin sekalian biar kita bisa menikmatinya bersama?